Sabtu, 25 Juni 2011

AIR BAGIAN DARI KEBUTUHAN HIDUP*


Oleh : MUHAMMAD SYAMSUL ARIFIN
Ketua Umum HMI Komisariat fakultas sains dan teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2010-2011

Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan fungsinya tidaklah dapat digantikan dengan senyawa lain. Selain itu, Air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan, baik itu yang bersentuhan dengan manusia secara khusus dan makhluk hidup secara umum. karena makhluk hidup memilki ketergantungan terhadap air, baik itu disadari atau tidak.
Tidak bisa dielakkan, air memerankan peranan yang sangat penting terhadap kehidupan manusia di muka bumi ini. Apalagi mengingat data menunjukan 70 persen permukaan bumi adalah air.
Keurgenan air bagi manusia dan makhluk hidup lain-Nya dapat dibuktikan. seperti: bidang biologi, Air sebagai zat pelarut terpenting bagi makhluk hidup, karena air bisa melancarkan proses metabolisme, dan air sebagai zat pelarut terpenting dalam fotosintesis dan respirasi.
Bidang kimia,  air merupakan pelarut universal, penting dan kuat. karena air dapat melarutkan banyak jenis zat kimia, semisal garam dan lain sebagainya.
Peradaban manusia Berjaya melalui mengikuti sumber air, karena dengan kemudahan akses perairan seperti London, New York city, Paris, dan bahkan Indonesia.
Pada Pangan, air merupakan komponen penting dalam bahan makanan, karena air dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, serta cita rasa makanan. Bahkan dalam makanan yang kelihatan kering sekalipun, seperti buah kering.
Pada Pelarut, pelarut air digunakan untuk mencuci, mandi, mencuci pakaian, mencuci mobil, mencuci lantai (mengepel) dan lain sebagainya.  
Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh. kita akan mampu bekerja lebih keras atau berat bila mendapatkan air yang cukup. Sebagai tambahan, air dapat memperkuat daya tahan tubuh kita. Karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat kita bekerja.
Pelembab wajah paling ampuh, Dengan minum banyak air membantu kulit kita tetap kenyal dan kencang serta mengurangi garis-garis dan kerut pada wajah.   
Air bisa untuk menangkal rasa letih akibat melakukan perjalanan Udara panas dapat menyebabkan kita dehidrasi dan akan menimbulkan rasa letih pada saat dan setelah perjalanan. Minumlah banyak air sebelum melakukan perjalanan.
Air juga bisa sebagai Senjata ampuh melawan masuk angin atau pilek, Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila kita dehidrasi  karena akan menyebabkan lendir mengering. Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran (zat yang berperan untuk merangsang penambahan produksi cairan kelenjar) yang efektif untuk mengurangi batuk. Dan masih sangat banyak lagi yang bisa dijadikan sebagai bukti akan keurgenan air.
Tujuh puluh persen bumi terdiri daripada air. Akan tetapi dari semua itu, 97 persen adalah air asin dan sisanya tiga  persen adalah air tawar. Persentase air tawar tersebut masih dibagi dengan es, air tanah, air permukaan dan uap air. Menurut penelitian Dr. Firdaus Ali (dosen dan peneliti jurusan teknik lingkungan FTUI), di Indonesia sendiri memiliki potensi air tawar sebesar 1.957 miliar meter kubik/ tahun dengan total populasi mencapai 228 juta jiwa yang jumlah air tawar tersebut setara dengan 8.583 meter kubik per-tahun, yang dari jumlah tersebut hampir  87 persen terkonsentrasi di pulau Kalimantan, papua, sumatera, dan semuanya tersebar secara tidak merata di jawa, Madura, bali, Sulawesi, dan lain-lain. Pulau  jawa yang luasnya 7 persen dari luas Indonesia  yang dihuni sekitar 148 juta jiwa hanya memiliki lebih dari 4,5 persen dari total cadangan air tawar Indonesia.
Selain itu, tidak semua air tawar layak untuk diminum. Itu juga belum termasuk air yang tercemar oleh manusia. Dan tidak semua daerah di dunia ini mendapatkan porsi air yang cukup. Kondisi ini dapat kita lihat di daerah pelosok desa yang masih belum bisa mengakses air bersih.
Kita tak  mengerti sejauhmana penanganan  air bersih hingga pembagian kepada  konsumen. Persoalannya  adalah ada pada manajemen pengelolaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, mereka harus  berjalan kaki  lima sampai enam kilometer dari rumahnya. Itu pun sumber air diambil  dari kubangan di pinggir kali yang mereka buat atau malah ada yang masih harus ngantri yang itupun terkadang masih esoknya yang harus di ambil dari minimnya air bersih di pelosok desa. Betapa menyedihkan memang.
Tapi apa pun semua itu, perubahan sikap patut dan harus kita lakukan. Kata orang bijak, untuk merubah sesuatu tak bisa mengharapkan  orang lain, tetapi Kita sendirilah sebenarnya yang harus memulainya. Karena islam sendiri memberikan apresiasi apalagi itu yang berkaitan dengan air. melalui Al-Quran dijelaskan fungsi air. Air untuk diminum, seperti dalam surat An-Nahl ayat 10 dijelaskan, yang artinya “dialah yang telah menurunkan air dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagaiannya menyuburkan tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu”.  
 Air tidak semata untuk diminum saja, tetapi juga berwudhu. Allah menjelaskan-Nya dalam firmannya surat Al-Maidah ayat 6.  
Selain itu, air juga untuk kebutuhan tumbuhan dan hewan. Firman Allah dalam  Al-Baqarah ayat 22, yang artinya “(dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan  sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengada-ngadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui”.
 Ternyata lebih dari itu, air menjadi salah satu unsur penciptaan makhluk hidup (Q.S. Al-Anbiya’ ayat 30), termasuk hewan (Q.S. Al-Nur ayat 45) dan manusia (Q.S. Al-Furqan  ayat  54).
Ditegaskan juga bahwa tanah yang tandus dapat menjadi subur melalui air Ar-Rum ayat 24, berbunyi “…… dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering),…. ”.
Maka kita sebagai manusia yang mempunyai posisi sebagai khalifatullah fil ‘ardi, serta secara bersamaan sebagai hamba, manusia wajib aktif menjaga keharmonisan alam dan menyebarkan rahmat (kasih sayang) ke seluruh alam, bisa dalam bentuk menjaga kebersihan air dan pemanfaatan atau pengelolaan air dengan sebaik-baiknya.( Billahittaufiq wal hidayah, ).

*dimuat di Buletin Al-Ushulliyah HMI kom-fak Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta edisi Maret 2010

SAMPAH DAN PROBLEM LINGKUNGAN* *


Oleh : Muhammad Syamsul Arifin*
           
Lingkungan merupakan hal yang urgen yang tidak bisa kemudian kita lepaskan dari diri kita. Secara definitif Lingkungan adalah semua yang mempengaruhi pertumbuhan manusia atau hewan. Dan lingkungan alam adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku organisme (makhluk hidup). Sedangkan lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang berada disekeliling makhluk hidup yang mempunyai pengaruh timbal balik terhadap makhluk hidup tersebut (M. Talhah dan Achmad mufid A.R.; fiqih ekologi). Jadi dalam hal ini segala sesuatu-Nya yang ada di sekeliling kita baik itu terkait dengan manusia, tumbuhan, dan hewan disebut bagian dari lingkungan hidup.
            Satu permasalahan yang sering diremehkan terkait dengan pencemaran lingkungan, kalau tidak benar-benar dilupakan, bagi masyarakat kita adalah persoalan sampah. Secara definitif  menurut undang-undang No. 18 tahun 2008. sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Jika menurut kamus wikipedia,  sampah adalah material sisa yang tidak di inginkan setelah berakhiran-Nya suatu proses.
Banyak dari kita dengan mudahnya membuang sampah di sembarangan tempat. Padahal dampak dari pembuangan sampah yang bukan di tempatnya banyak sekali efek negatifnya. Dampaknya bisa berupa tinggal tidak nyaman, bau tidak sedap, penyakit merajalela, dan lain-lain.
            Jika kita berkunjung ke luar negeri sana. Maka kita akan melihat peristiwa yang kontras dengan Indonesia. Disadari atau tidak Indonesia sudah tertinggal. Mereka sudah mempunyai budaya tertib membuang sampah pada tempat. Sejak kecil sudah dididik untuk membuang sampah pada tempatnya. Sedangkan di Indonesia bagaimana?.
            Marilah dibayangkan jika satu orang membuang satu sampah plastik tiap harinya. Jika sampai se-bulan maka paling tidak telah membuang 30 plastik sampah. Dan jika sampai se-tahun maka kurang lebih telah membuang 360 sampah plastik. Misalkan se-RT terdiri dari 50 kaka (kepala keluarga) dan satu kaka misalkan terdapat 5 orang dengan kepala keluarganya. Maka se- RT terdiri dari 250 orang. Dan dalam se-tahun  paling tidak se-RT telah membuang  sampah plastik sebanyak 90.000.
            Se-RT saja dalam setahun saja paling tidak telah membuang 90.000 sampah plastik, angka tersebut bukanlah nominal yang sedikit. Belum lagi se-RW, se-dukuh, se-kelurahan, se-kecamatan, se-kabupaten, dan se-negara banyaknya jumlah sampah plastik. Dan belum lagi jenis sampah-sampah lain-Nya, baik itu sampah dalam bentuk organik dan sampah on-organik.   
            Perlu juga diketahui, bahwa banyak kota-kota yang kebanjiran termasuk ibukota Indonesia sendiri (Jakarta) disebabkan salah satunya oleh sampah yang menumpuk. Banjir merupakan problem yang juga salah satunya disebabkan oleh sampah yang menumpuk, membuang sampah di sungai-sungai. Demam berdarah juga merupakan problem yang disebabkan menumpuknya sampah bukan pada tempatnya.
Sampah di anggap sesuatu yang tidak lagi berguna dan bisa di buang kapan dan di manapun juga, apalagi bagi sebagian masyarakat yang kebetulan bertempat tinggal di tepian sungai, bila dipastikan sungai akan beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah.
Selanjutnya persoalan sampah tidak bisa dipisahkan dari jumlah penduduk yang menempati suatu wilayah ditambah luas wilayah yang ditempati itu sendiri. Yang demikian, memungkinkan adanya beberapa pandangan.
Pertama, kepadatan penduduk sangat mempengaruhi berapa banyak jumlah sampah yang dibuang setiap hari. Kedua, pola hidup yang serba konsumtif menjadi sumber utama banyaknya sampah yang harus dibuang setiap hari. Ketiga, jika kepadatan penduduk tidak seimbang dengan lahan yang menjadi tempat tinggal maka, penumpukan sampah secara besar-besaran menjadi sebuah keniscayaan.
Oleh sebab itu, marilah kita awali dengan tertib membuang sampah pada tempatnya. Bukan-Nya kita sering mendengar dalam doktrin agama, yang tepatnya hadis Rasul SAW yaitu  : kebersihan sebagian daripada iman (HR bukhori).
Kita semua harus mulai menyadari pentingnya tidak membuang sampah sembarangan,  disamping tugas pemerintah untuk mencari solusi bagi pendaurulangan limbah sampah, agar :
Pertama, sungai yang asalnya bersih dan dalam jangan sampai dangkal karena penumpukan sampah yang begitu besar, sehingga kemudian menngakibatkan banjir. Kedua, tanah yang asalnya gembur dan subur jangan sampai tandus dan kering karena tumpukan sampah non organik yang ada di dalamNya-sehingga mengganggu tingkat kesuburan tanaman. Ketiga, sumber mata air seperti sumur dan telaga jangan sampai bau karena efek pembusukan sampah non-organik yang meresap kedalam pori-pori bumi-sehingga menggangu tingkat kebersihan air
              Lain dari itu, sesungguhnya jika kita gali lagi, ternyata sampah juga bermanfaat. Dengan adanya pengelolahan sampah  sebagai kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah, maka bukan hanya aspek kenyamanan tinggal saja yang didapatkan. Tetapi juga aspek ekonomi  didapatkan. Jumlah angka pengangguran menjadi berkurang. Kesejahteraan masyarakat menjadi     tercukupi.
            Agar supaya dapat terealisasi. maka tentunya selain di butuhkan peranan pemerintah dalam hal ini, juga dibutuhkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi daripada masyarakat   agar terjadi pula sinergitas antara pemerintah dan masyarakat.  Selain untuk jaga lingkungan juga untuk kesejahteraan bersama.        
   
*Ketua Umum HMI Komisariat Fakultas sains dan teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakrta
**dimuat di Harian Jogja Raya Jawa Pos Pada edisi 7 Juni 2011