Oleh : MUHAMMAD SYAMSUL ARIFIN
Ketua Umum HMI Komisariat fakultas sains dan teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta periode 2010-2011
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan fungsinya tidaklah dapat digantikan dengan senyawa lain. Selain itu, Air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan, baik itu yang bersentuhan dengan manusia secara khusus dan makhluk hidup secara umum. karena makhluk hidup memilki ketergantungan terhadap air, baik itu disadari atau tidak.
Tidak bisa dielakkan, air memerankan peranan yang sangat penting terhadap kehidupan manusia di muka bumi ini. Apalagi mengingat data menunjukan 70 persen permukaan bumi adalah air.
Keurgenan air bagi manusia dan makhluk hidup lain-Nya dapat dibuktikan. seperti: bidang biologi, Air sebagai zat pelarut terpenting bagi makhluk hidup, karena air bisa melancarkan proses metabolisme, dan air sebagai zat pelarut terpenting dalam fotosintesis dan respirasi.
Bidang kimia, air merupakan pelarut universal, penting dan kuat. karena air dapat melarutkan banyak jenis zat kimia, semisal garam dan lain sebagainya.
Peradaban manusia Berjaya melalui mengikuti sumber air, karena dengan kemudahan akses perairan seperti London, New York city, Paris, dan bahkan Indonesia.
Pada Pangan, air merupakan komponen penting dalam bahan makanan, karena air dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, serta cita rasa makanan. Bahkan dalam makanan yang kelihatan kering sekalipun, seperti buah kering.
Pada Pelarut, pelarut air digunakan untuk mencuci, mandi, mencuci pakaian, mencuci mobil, mencuci lantai (mengepel) dan lain sebagainya.
Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh. kita akan mampu bekerja lebih keras atau berat bila mendapatkan air yang cukup. Sebagai tambahan, air dapat memperkuat daya tahan tubuh kita. Karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat kita bekerja.
Pelembab wajah paling ampuh, Dengan minum banyak air membantu kulit kita tetap kenyal dan kencang serta mengurangi garis-garis dan kerut pada wajah.
Air bisa untuk menangkal rasa letih akibat melakukan perjalanan Udara panas dapat menyebabkan kita dehidrasi dan akan menimbulkan rasa letih pada saat dan setelah perjalanan. Minumlah banyak air sebelum melakukan perjalanan.
Air juga bisa sebagai Senjata ampuh melawan masuk angin atau pilek, Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila kita dehidrasi karena akan menyebabkan lendir mengering. Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran (zat yang berperan untuk merangsang penambahan produksi cairan kelenjar) yang efektif untuk mengurangi batuk. Dan masih sangat banyak lagi yang bisa dijadikan sebagai bukti akan keurgenan air.
Tujuh puluh persen bumi terdiri daripada air. Akan tetapi dari semua itu, 97 persen adalah air asin dan sisanya tiga persen adalah air tawar. Persentase air tawar tersebut masih dibagi dengan es, air tanah, air permukaan dan uap air. Menurut penelitian Dr. Firdaus Ali (dosen dan peneliti jurusan teknik lingkungan FTUI), di Indonesia sendiri memiliki potensi air tawar sebesar 1.957 miliar meter kubik/ tahun dengan total populasi mencapai 228 juta jiwa yang jumlah air tawar tersebut setara dengan 8.583 meter kubik per-tahun, yang dari jumlah tersebut hampir 87 persen terkonsentrasi di pulau Kalimantan, papua, sumatera, dan semuanya tersebar secara tidak merata di jawa, Madura, bali, Sulawesi, dan lain-lain. Pulau jawa yang luasnya 7 persen dari luas Indonesia yang dihuni sekitar 148 juta jiwa hanya memiliki lebih dari 4,5 persen dari total cadangan air tawar Indonesia.
Selain itu, tidak semua air tawar layak untuk diminum. Itu juga belum termasuk air yang tercemar oleh manusia. Dan tidak semua daerah di dunia ini mendapatkan porsi air yang cukup. Kondisi ini dapat kita lihat di daerah pelosok desa yang masih belum bisa mengakses air bersih.
Kita tak mengerti sejauhmana penanganan air bersih hingga pembagian kepada konsumen. Persoalannya adalah ada pada manajemen pengelolaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, mereka harus berjalan kaki lima sampai enam kilometer dari rumahnya. Itu pun sumber air diambil dari kubangan di pinggir kali yang mereka buat atau malah ada yang masih harus ngantri yang itupun terkadang masih esoknya yang harus di ambil dari minimnya air bersih di pelosok desa. Betapa menyedihkan memang.
Tapi apa pun semua itu, perubahan sikap patut dan harus kita lakukan. Kata orang bijak, untuk merubah sesuatu tak bisa mengharapkan orang lain, tetapi Kita sendirilah sebenarnya yang harus memulainya. Karena islam sendiri memberikan apresiasi apalagi itu yang berkaitan dengan air. melalui Al-Quran dijelaskan fungsi air. Air untuk diminum, seperti dalam surat An-Nahl ayat 10 dijelaskan, yang artinya “dialah yang telah menurunkan air dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagaiannya menyuburkan tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu”.
Air tidak semata untuk diminum saja, tetapi juga berwudhu. Allah menjelaskan-Nya dalam firmannya surat Al-Maidah ayat 6.
Selain itu, air juga untuk kebutuhan tumbuhan dan hewan. Firman Allah dalam Al-Baqarah ayat 22, yang artinya “(dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan langit sebagai atap, dan dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengada-ngadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui”.
Ternyata lebih dari itu, air menjadi salah satu unsur penciptaan makhluk hidup (Q.S. Al-Anbiya’ ayat 30), termasuk hewan (Q.S. Al-Nur ayat 45) dan manusia (Q.S. Al-Furqan ayat 54).
Ditegaskan juga bahwa tanah yang tandus dapat menjadi subur melalui air Ar-Rum ayat 24, berbunyi “…… dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering),…. ”.
Maka kita sebagai manusia yang mempunyai posisi sebagai khalifatullah fil ‘ardi, serta secara bersamaan sebagai hamba, manusia wajib aktif menjaga keharmonisan alam dan menyebarkan rahmat (kasih sayang) ke seluruh alam, bisa dalam bentuk menjaga kebersihan air dan pemanfaatan atau pengelolaan air dengan sebaik-baiknya.( Billahittaufiq wal hidayah, ).
*dimuat di Buletin Al-Ushulliyah HMI kom-fak Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta edisi Maret 2010